MA Assholach Sambut Baik Rencana Penerapan Kurikulum Prototipe

oleh | Kamis, 3 Februari 2022

Madrasah Aliyah Assholach Kejeron menyambut baik opsi penerapan Kurikulum Prototipe yang akan diberikan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) sebagai upaya pemulihan pendidikan akibat pandemi. Kurikulum Prototipe diyakini mampu membantu madrasah mengatasi dampak kehilangan pembelajaran (learning loss) akibat tidak optimalnya pembelajaran selama dua tahun terakhir.

Kepala MA Assholach Kejeron Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I, menyambut baik adanya opsi Kurikulum Prototipe yang dinilainya dapat mengurangi beban siswa dan guru karena materinya yang lebih sederhana dan fleksibel. Selain itu, kurikulum ini dinilai dapat menghadirkan guru-guru yang mengutamakan anak didiknya dalam proses pembelajaran.

“Saya sangat suka dengan Kurikulum Prototipe ini. Semoga kita bisa melahirkan guru-guru yang bisa memberikan pengajaran terbaik untuk anak-anak kita ke depannya. Dan semoga ini juga bisa mengatasi learning loss yang sedang kita hadapi akibat pandemi ini,” kata Pak Adip pada kegiatan Sosialisasi Kurikulum 2022 di Aula KH. Zainuddin Pondok Pesantren Assholach Kejeron pada Kamis, 3 Februari 2022.

Pengawas dan pembina madrasah Drs. Mokhammad Fatoni menyampaikan bahwa melalui Kurikulum Prototipe, Kemendikbudristek mendorong pembelajaran sesuai dengan kemampuan siswa, serta memberi ruang lebih luas pada pengembangan karakter dan kompetensi dasar. Penerapan Kurikulum Prototipe tidak akan diwajibkan oleh pemerintah kepada madrasah, melainkan ditawarkan sebagai opsi atau pilihan.

“Bukan sekadar menjadi kebijakan yang wajib dilaksanakan. Yang terpenting adalah menjadi sebuah gerakan perubahan, paradigma baru pendidikan, di mana kita lebih berfokus pada kebutuhan anak dalam pembelajaran,” ujar Pak Fatoni.

Kurikulum Prototipe akan mulai ditawarkan secara lebih masif pada tahun 2022 hingga 2024. Kementrian Agama Kabupaten Pasuruan akan memberikan bimbingan intensif mengenai Kurikulum Prototipe kepada madrasah dan guru-guru yang berada dibawah naungan kemenag.

“Bapak dan Ibu guru diberikan kesempatan untuk terlibat aktif di dalam memberikan masukan kepada kita terkait penerapan Kurikulum Prototipe selama dua tahun ke depan,” tutur Pak Fatoni.

Penerapan Kurikulum Prototipe, jelas Pak Fatoni menjadi strategi percepatan pemulihan pendidikan dan memitigasi kehilangan pembelajaran (learning loss) akibat pandemi. Hal tersebut tercermin dalam karakteristik Kurikulum Prototipe, yaitu yang pertama adalah fleksibilitas bagi guru untuk melakukan pembelajaran yang sesuai dengan kemampuan peserta didik (teach at the right level).

“Kita menyadari bahwa dunia pendidikan belum sepenuhnya memberikan layanan kepada anak. Anak belum mendapatkan cukup ruang untuk mengeksplorasi kemampuan mereka, minat mereka, dan pilihan-pilihan gaya belajar misalnya,” terangnya.

Kemudian yang kedua adalah fokus pada materi esensial sehingga guru punya cukup waktu untuk pembelajaran yang mendalam bagi kompetensi dasar, seperti literasi dan numerasi. “Materi yang padat itu cenderung membuat guru menceramahi anak tentang materi yang ada, dari awal sampai akhir, kemudian mengejar target kompentensi, sehingga tidak sempat mengecek apakah anak sudah paham atau tidak,” ungkap Pak Fatoni.

Yang ketiga, Kurikulum Prototipe akan mendorong pembelajaran berbasis proyek untuk pengembangan keterampilan nonteknis (soft skills) dan karakter Profil Pelajar Pancasila yaitu: keimanan, ketakwaan dan akhlak mulia, gotong royong, kebinekaan global, kemandirian, nalar kritis, dan kreativitas.

Dalam kesempatan yang sama, salah satu pengajar MA Assholach, Ela Devi Arti, S.Pd.I mengungkapkan apresiasi atas Kurikulum Prototipe yang dinilai adaptif dan dapat mendorong peningkatan kemampuan berfikir tingkat tinggi (higher order thinking skills). Dengan demikian, ia optimistis penerapan Kurikulum Prototipe ini dapat mendorong peningkatan kapasitas SDM di MA Assholach.

Sosialisasi Kurikulum Prototipe diikuti oleh semua dewan guru dan staf tenaga pendidik MA Assholah. Selain itu, sosialisasi juga diikuti oleh perwakilan guru ekstra kurikuler yang mulai aktif di MA Assholach

Bagikan artikel ini ke :