Peringatan hari lahir (milad) Madrasah Aliyah (MA) Assholach Kejeron kembali digelar dengan khidmat dan penuh makna. Tahun ini, madrasah kebanggaan masyarakat ini genap berusia 20 tahun. Sebagaimana tradisi tahun sebelumnya, perayaan milad kali ini diselenggarakan secara terpisah di area pondok putra dan putri untuk memaksimalkan partisipasi seluruh warga madrasah.
Khusus untuk perayaan di lingkungan pondok putra, kemeriahan dipusatkan di aula baru yang terletak di lantai tiga. Ruangan yang megah dan representatif ini menjadi saksi bisu perkembangan fisik madrasah yang terus berbenah demi kenyamanan proses belajar mengajar para siswa.
Kepala MA Assholach, Dr. Ahmad Adib Muhdi, M.H.I., hadir langsung untuk membuka rangkaian acara tersebut. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan pesan yang menyentuh sekaligus membakar semangat seluruh hadirin yang memadati aula baru tersebut. Beliau mengajak seluruh siswa dan tenaga pendidik untuk selalu memaksimalkan setiap fasilitas yang telah tersedia saat ini.
Salah satu poin penting dalam wejangan beliau adalah sikap proaktif. Kepala MA berpesan agar para siswa dan pengelola tidak menunggu ketersediaan sarana yang sempurna baru kemudian bergerak untuk berprestasi. Dalam kesempatan tersebut, beliau turut mengenang masa-masa awal perjuangan MA Assholach yang sangat sederhana. “Dulu, MA Assholach tidak punya apa-apa. Bahkan, untuk ruang kantor saja kita masih harus bergabung dengan MI dan MTs,” kenang beliau.
Perjalanan 20 tahun ini membuktikan bahwa keterbatasan di masa lalu tidak menyurutkan langkah madrasah untuk tumbuh besar. Sejarah tersebut menjadi bukti nyata bahwa kerja keras dan visi yang kuat mampu mengubah tantangan menjadi peluang besar. Pesan berikutnya yang menjadi garis bawah dalam sambutan beliau adalah pentingnya menyeimbangkan antara ikhtiar dan tawakal. Ikhtiar, menurut beliau, adalah kewajiban bagi setiap insan yang ingin meraih impian, sementara tawakal adalah penyerahan diri atas hasil akhir kepada Allah SWT.
Rangkaian acara di lingkungan putra berjalan dengan khidmat dan penuh kreativitas. Acara diawali dengan pembacaan sholawat yang membawa suasana menjadi religius, dilanjutkan dengan lantunan qiroat yang merdu. Kemeriahan berlanjut dengan sesi pidato dan pembacaan puisi yang dibawakan oleh siswa dengan penuh penghayatan, sebelum akhirnya seluruh hadirin menikmati acara makan bersama sebagai simbol kebersamaan.
Sementara itu, di lingkungan putri, suasana tidak kalah meriah. Para siswi menampilkan berbagai pertunjukan seni, dengan puncak acara berupa pementasan drama yang memukau. Drama yang diperankan oleh para siswi ini menjadi wadah untuk mengekspresikan bakat dan pesan moral yang relevan dengan nilai-nilai pendidikan di madrasah.
Milad ke-20 ini bukan sekadar perayaan seremonial belaka. Momen ini menjadi titik balik bagi seluruh warga madrasah untuk mengevaluasi diri sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan pendidikan terbaik bagi generasi penerus bangsa.
Semangat yang ditularkan oleh Kepala MA Assholach diharapkan mampu tertanam kuat di hati para siswa. Dengan bekal fasilitas yang ada serta mentalitas pantang menyerah, MA Assholach Kejeron optimis dapat terus mencetak generasi yang tidak hanya berilmu, tetapi juga tangguh dalam menghadapi tantangan zaman.
Perayaan milad ke-20 ini pun ditutup dengan harapan agar madrasah terus berkembang menjadi institusi pendidikan yang menebar manfaat bagi masyarakat luas, sejalan dengan visi dan misi yang telah dibangun selama dua dekade terakhir.







