Tumbuhkan Semangat Literasi Siswa, MA Assholach Gelar Pelatihan Menulis Bersama RELIMA Perpusnas RI

oleh | Kamis, 18 Juni 2026

Madrasah Aliyah (MA) Assholach Kejeron, Gondangwetan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan potensi kreativitas para siswanya. Pada hari Kamis, 18 Juni 2026, madrasah ini menggelar acara bertajuk “Relima Show JATIFWA: Jam Kreatif Siswa MA Assholach” yang bertempat di Aula KH. Zainuddin.

Acara yang berlangsung semarak ini dihadiri oleh seluruh siswa putra MA Assholach. Dalam pelaksanaannya, pihak madrasah menggandeng Relawan Literasi Masyarakat (RELIMA) Kabupaten Pasuruan 2026 yang didukung oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Hadir sebagai pemateri utama adalah Muslim, M.I.Kom., seorang pegiat literasi dari RELIMA Perpusnas RI Lokus Kab. Pasuruan.

Pelatihan ini secara khusus mengupas tuntas teknik menulis mulai dari resensi buku, cerpen, syair puisi, hingga jurnalistik. Melalui materi-materi tersebut, para santri diajak untuk mengenali potensi diri dan menuangkan ide kreatif mereka ke dalam bentuk tulisan.

Kepala MA Assholach, Dr. Ahmad Adip Muhdi, M.H.I., dalam sambutannya memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara ini. Beliau menekankan pentingnya santri memiliki keterampilan menulis di era modern sebagai sarana dakwah dan aktualisasi diri.

Dalam sesi pematerian, Muslim, M.I.Kom. membakar semangat para siswa dengan menekankan bahwa status sebagai santri bukanlah halangan untuk menjadi seorang penulis hebat.

“Semangatlah untuk berliterasi meskipun kita hanya sebatas santri. Bahwasanya ilmu itu bisa abadi bila ditulis dan bisa dikenang hingga sepanjang zaman,” ujarnya memotivasi para peserta.

Lebih lanjut, beliau juga berpesan kepada para siswa agar tidak merasa minder atau takut salah ketika mulai belajar menulis. Menurutnya, hambatan terbesar seorang pemula adalah rasa takut sebelum mencoba.

“Kalau menulis itu jangan takut kalau tulisannya jelek, yang penting kita itu menulis apa yang kita mau terlebih dahulu. Selain menjadi media pengingat ilmu, menulis juga bisa menghasilkan karya yang bernilai ekonomi tinggi atau mendatangkan cuan,” tambahnya.

Melalui acara Jam Kreatif Siswa ini, diharapkan lahir generasi santri MA Assholach yang tidak hanya ahli dalam ilmu agama, tetapi juga terampil dan produktif dalam dunia literasi digital maupun media cetak.

Bagikan artikel ini ke :