Program Pengabdian pada Madrasah (P2M) yang digelar oleh MA Assholach Kejeron akhirnya resmi berakhir sepenuhnya. RA Assholach menjadi lembaga mitra terakhir yang melaksanakan prosesi penutupan, sekaligus menandai selesainya seluruh rangkaian pengabdian siswa setelah berjalan selama satu bulan lebih.
Secara umum, masa pengabdian siswa-siswi MA Assholach Kejeron di berbagai lembaga mitra telah rampung sesuai jadwal. Namun, antusiasme dan kebutuhan di lapangan membuat dinamika penutupan di setiap lembaga menjadi berbeda.
Keberhasilan program P2M tahun ini dibuktikan dengan tingginya apresiasi dari para kepala lembaga tempat siswa mengabdi. Bahkan, sebagian lembaga—termasuk RA Assholach—secara khusus meminta pihak MA Assholach Kejeron untuk memperpanjang masa tugas siswa di tempat mereka.
Faktor kemanfaatan yang besar, dedikasi yang tinggi, serta kedekatan emosional yang terbangun selama membimbing anak-anak didik menjadi alasan utama mengapa beberapa lembaga memilih untuk menahan siswa lebih lama dari jadwal penutupan serentak. Pihak madrasah pun menyambut baik hal ini sebagai bukti nyata kualitas dan integritas siswa di tengah masyarakat.

Sebagai lembaga pamungkas yang menyelesaikan masa perpanjangan P2M, suasana penutupan di RA Assholach berlangsung dengan penuh khidmat dan haru. Acara ini dihadiri oleh guru pendamping dari MA Assholach Kejeron, kepala lembaga, para ustadzah, serta anak-anak didik RA Assholach.
Isak tangis sekaligus senyum bangga mewarnai momen perpisahan saat siswa MA Assholach Kejeron berpamitan. Pihak guru pendamping menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas bimbingan dan kesempatan yang diberikan oleh RA Assholach sehingga para siswa mendapatkan bekal pengalaman yang luar biasa.
Dengan berakhirnya masa pengabdian di seluruh lembaga mitra ini, para siswa diharapkan kembali ke madrasah tidak hanya membawa selembar nilai, tetapi juga mentalitas seorang pengabdi yang siap berkontribusi di masa depan.







