STAI Al-Yasini Selenggarakan Workshop PPL Berbasis Deep Learning

oleh | Sabtu, 20 September 2025

Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Al-Yasini menggelar kegiatan Workshop yang inovatif, dengan mengangkat tema “Pembelajaran Berbasis Deep Learning.” Acara ini diselenggarakan pada Jumat (19 September 2025), di Aula KH. Zainuddin yang diikuti oleh siswa Madrasah Tsanawiyah (MTs) dan Madrasah Aliyah (MA) yang berada di bawah naungan Yayasan Assholach, dan dihadiri oleh para dewan guru, dosen pembimbing, serta mahasiswa peserta PPL.

Workshop ini bertujuan membekali para siswa dengan pengetahuan dan keterampilan terbaru dalam bidang teknologi pendidikan, khususnya terkait penerapan deep learning dalam proses pembelajaran. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas pengajaran serta relevansi materi dengan perkembangan zaman. Pembelajaran berbasis deep learning dipilih karena kemampuannya dalam mengolah data kompleks untuk menghasilkan pemahaman yang lebih mendalam, sehingga siswa dapat belajar secara lebih personal dan efektif.

Salah satu momen penting dalam acara ini adalah sambutan dari perwakilan mahasiswa PPL. Mereka menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam kepada Ketua Yayasan Assholach, seluruh jajaran dewan guru, dan pembimbing yang telah menerima kehadiran mereka dengan tangan terbuka. “Kami telah merasa menjadi bagian dari Yayasan Assholach. Kami juga berharap dapat memberikan kontribusi terbaik selama masa PPL ini,” ujar salah satu perwakilan mahasiswa.

Dalam sambutannya, ia juga menyampaikan pesan kepada rekan-rekan PPL lainnya untuk memanfaatkan kesempatan ini sebaik mungkin. Ia menekankan pentingnya memiliki sikap rendah hati dan semangat belajar, serta meminta maaf jika ada kesalahan yang mungkin terjadi selama menjalani PPL. Akses yang mudah dan bimbingan yang ramah dari pihak sekolah membuat mereka merasa terbantu dalam setiap kegiatan.

Kepala Madrasah turut memberikan sambutan yang inspiratif. Ia memaparkan visi dan misi sekolah yang berfokus pada Pendidikan Formal, dengan filosofi hidup “Hidup Mati Gali.” Menurutnya, manusia harus terus berupaya dan berikhtiar untuk mencapai impian, meskipun sering kali dihadapkan pada keraguan dan kegagalan.

“Banyak orang yang gagal bukan karena kekurangan ilmu, melainkan karena mereka enggan untuk terus belajar,” katanya. Ia juga menekankan bahwa menjadi sukses butuh usaha keras, dan semangat inilah yang harus dimiliki oleh para siswa

Selain itu, ia juga memuji inisiatif workshop ini, yang dianggapnya sangat relevan. Ia berharap, kegiatan ini bisa menjadi bekal berharga bagi para siswa “Di sini kita belajar banyak, tidak hanya sistem pendidikan, tetapi juga sistem hidup,” tambahnya, merujuk pada kolaborasi antara STAI Al-Yasini dan Yayasan Assholach.

Workshop ini merupakan wujud nyata kolaborasi antara lembaga pendidikan tinggi dan sekolah menengah. Tujuannya adalah untuk menciptakan generasi pendidik yang tidak hanya unggul dalam ilmu agama, tetapi juga melek teknologi. Keterampilan yang didapat dari workshop ini diharapkan bisa diterapkan secara langsung saat praktik mengajar.

Secara keseluruhan, acara ini mendapatkan apresiasi tinggi dari berbagai pihak. Kesuksesan acara ini tidak lepas dari dukungan penuh Kepala Madrasah, para guru pembina, serta seluruh civitas akademika Yayasan Assholach

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi tradisi yang berlanjut di tahun-tahun mendatang, sekaligus mempererat hubungan antara STAI Al-Yasini dengan lembaga pendidikan lain, terutama dalam menciptakan inovasi-inovasi baru di dunia pendidikan.

Bagikan artikel ini ke :